Info Session VCE and Global University Pathways PPPK Petra: Implementasi Kurikulum Internasional di Petra Acitya

Published On: November 15, 2025

PPPK Petra terus menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan generasi yang mampu bersaing pada era global. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan Info Session VCE Curriculum and Global University Pathways pada hari Sabtu, tanggal 15 November 225, bertempat di multipurpose hall SMA Kristen Petra Acitya, Pondok Tjandra Indah, Sidoarjo. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan orang tua siswa yang ingin memahami lebih dalam arah baru pendidikan Petra melalui Victorian Certificate of Education (VCE), kualifikasi sekolah menengah atas resmi dari Pemerintah Victoria, Australia, yang telah diakui secara global sebagai salah satu jalur terbaik untuk melanjutkan studi internasional.

Program VCE ini merupakan tindak lanjut dari MoU PPPK Petra dan menjadi fondasi penting dalam transformasi Petra menuju kurikulum global yang kuat dan terstruktur. Kehadiran para tokoh pendidikan seperti Mr. Gary van Den Elsen dari Haileybury Melbourne, Drs. Sugie J. Hambali, M.Com (Hons) dari Uni-bridge Australia, Prof. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr.Eng. selaku Rektor Universitas Kristen Petra, dan Bapak Teguh Juliawan, S.T., M.Pd. dari BPK Penabur Bandung, bersama jajaran pengurus PPPK Petra dan BPK Penabur Bandung, memperlihatkan bahwa langkah ini dirancang dengan matang dan didukung institusi yang kompeten.

Dalam sesi pemaparan, Direktur Ekskutif PPPK Petra, Ir. Hengkie Porawouw, M.B.A. menyampaikan arahan strategis terkait implementasi VCE. Ia menegaskan bahwa PPPK Petra tidak hanya menghadirkan program internasional sebagai opsi tambahan, melainkan sebagai investasi serius bagi masa depan siswa. Karena itu, PPPK Petra mengambil keputusan besar: tahun pertama program VCE akan diberikan secara gratis bagi siswa. Kebijakan ini menjadi bentuk dukungan konkret agar peluang mengikuti program berstandar global semakin terbuka luas, meski tetap dengan kuota terbatas. VCE akan diimplementasikan di SMA Kristen Petra Acitya untuk tahun ajaran 2026/2027. PPPK Petra melalui VCE telah menyiapkan fondasi kuat, termasuk menggandeng BPK Penabur Bandung—institusi yang lebih dahulu berhasil menjalankan VCE di Indonesia. Dengan pengalaman mitra yang telah terbukti, implementasi di Petra Acitya diyakini dapat berjalan stabil dan berkualitas sejak tahun pertama. Di samping itu, pendampingan langsung dari Haileybury Australia akan semakin memperkuat mutu pelaksanaan kurikulum, mulai dari pelatihan guru hingga pengawasan asesmen sesuai dengan standar internasional.

Penjelasan Mr. Gary memperkuat keyakinan para orang tua. Ia menggambarkan bagaimana Haileybury menanamkan academic excellence, international outlook, social justice, dan semangat entrepreneurship dalam kurikulum VCE. Capaian ATAR Haileybury yang luar biasa—mayoritas siswa berada pada skor 90 ke atas, sebagian mencapai 95, bahkan 99,95—menjadi bukti nyata konsistensi mutu. Sebagai tambahan, lulusan VCE tidak lagi membutuhkan tes IELTS atau TOEFL untuk masuk universitas di Australia, sebuah keuntungan strategis bagi siswa yang merencanakan studi global.

Dari perspektif nasional, Bapak Teguh menambahkan bahwa VCE memiliki keselarasan dengan kurikulum Indonesia serta kemiripan dengan sistem akademik universitas dunia. Penilaiannya tidak hanya melalui ujian akhir, tetapi melalui perjalanan belajar yang komprehensif, sehingga hasilnya dianggap lebih objektif, holistik, dan sesuai dengan standar global.

Kepala SMA Kristen Petra Acitya, Dra. Herwati, M.Psi., menegaskan bahwa pemilihan Haileybury sebagai mitra bukan tanpa alasan. Selain reputasi akademik yang kuat, Haileybury memiliki sistem pendampingan yang memastikan kualitas implementasi tetap konsisten. Ragam mata pelajaran yang luas juga membuka ruang lebih besar bagi siswa dalam merancang jalur akademik mereka menuju universitas-universitas terbaik dunia.

Selain Info Session, hari tersebut juga menjadi momen penting bagi hubungan strategis antara PPPK Petra dan BPK Penabur Bandung, dengan dilaksanakan prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman sebagai bentuk komitmen kedua lembaga untuk saling mendukung dalam peningkatan mutu pendidikan. Dari pihak PPPK Petra, penandatanganan diwakili oleh Ir. Ika Iskandar Itamurti selaku Ketua I Dewan Pengurus dan dr. Grace Imelda selaku Sekretaris I. sementara dari pihak BPK Penabur Bandung diwakili oleh Bapak Erwien Kosasih selaku Ketua dan Bapak James Martin Aryadi Budiman, S.T., M.M. selaku Sekretaris.

Nota Kesepahaman tersebut berisi kesepakatan kerja sama dalam berbagai kegiatan pengembangan pendidikan, mulai dari seminar, workshop, pelatihan guru, studi banding, kegiatan pembelajaran bersama, pertukaran pelajar dan guru, hingga peningkatan mutu pendidikan secara kolaboratif. Kerja sama ini berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang secara otomatis, mencerminkan kepercayaan dan kesediaan kedua lembaga untuk terus bertumbuh dan belajar bersama.

Dalam sambutannya, Ir. Hengkie juga menyampaikan pesan khusus kepada para orang tua jenjang SMP. Oleh karena seluruh pembelajaran VCE dilakukan dalam bahasa Inggris, ia mengimbau agar para orang tua mulai mendukung peningkatan kemampuan bahasa Inggris anak sejak sekarang agar mereka dapat mengikuti program VCE secara optimal.

Rangkaian kegiatan hari itu menunjukkan dengan jelas bahwa PPPK Petra sedang menyiapkan fondasi kuat bagi siswa untuk melangkah ke masa depan yang semakin global. Mulai dari kebijakan investasi pendidikan, kemitraan internasional, hingga kerja sama strategis dengan lembaga yang telah terbukti sukses, Petra bergerak dengan visi besar untuk membekali siswa dengan kompetensi dan karakter yang relevan dengan kebutuhan dunia yang terus berkembang. Melalui VCE, Petra tidak hanya membuka pintu menuju universitas-universitas dunia, tetapi juga meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang membentuk generasi unggul, adaptif, dan siap berkarya di panggung global.

Publikasi sejenis juga dapat dilihat di sini

Bagikan Kisah Ini, Lewat Platform Favoritmu!