Menumbuhkan Anak Usia Dini yang Mandiri melalui Metode Montessori

Published On: December 3, 2025

Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter dan kemampuan anak pada masa depan. Dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan bermakna, metode Montessori menjadi salah satu pendekatan yang banyak diterapkan di berbagai institusi pendidikan anak usia dini. Metode ini dirancang untuk mendorong anak belajar secara aktif, mandiri, dan bertanggung jawab melalui kegiatan yang disesuaikan dengan tahap perkembangan mereka. Metode Montessori melengkapi kurikulum yang sudah ada sebelumnya, kurikulum holistik PPPK Petra dengan Student Learning Outcomes (SLO) yang dijabarkan dalam PETRA (Physical Growth, Emotional Intelligence, Talent Development, Relationship with God, dan Academic Excellence).

Montessori menekankan bahwa setiap anak adalah individu yang unik dan memiliki ritme belajar yang berbeda. Di dalam kelas Montessori, anak diberikan kebebasan untuk memilih aktivitas sesuai dengan minatnya, namun tetap dalam batasan aturan yang telah disepakati bersama. Pendekatan ini membentuk anak menjadi lebih disiplin, teliti, dan sabar dalam menyelesaikan tugasnya. Penggunaan aparatus atau alat peraga khusus Montessori turut melatih keterampilan motorik halus, logika, serta kemandirian anak.

Selama dua tahun terakhir, seluruh KB-TK Kristen PPPK Petra telah menerapkan pendekatan Montessori dalam proses pembelajaran mereka. Hasilnya terlihat nyata pada perubahan sikap dan perilaku anak. Guru-guru mengamati bahwa anak yang sebelumnya mudah gelisah dan tidak sabaran kini lebih tenang dan fokus. Mereka menjadi lebih berhati-hati, bertanggung jawab atas pilihannya, dan mampu menyelesaikan tugas secara mandiri.

Sebagai bagian dari penguatan praktik di lapangan, KB-TK Kristen Petra 7 menyelenggarakan pelatihan Montessori selama dua hari pada tanggal 2-3 Desember 2025. Pelatihan ini dipandu oleh Ibu Emmanuela K. R. Widyantari, S.Pd., Dip. Montessori, dan diikuti oleh para guru perwakilan dari seluruh KB-TK Kristen PPPK Petra, serta beberapa guru dari jenjang SD. Pelatihan ini bertujuan untuk menyegarkan kembali pemahaman guru terhadap filosofi Montessori, ground rules di kelas, serta pentingnya praktik berkelanjutan agar pelaksanaan Montessori berjalan efektif.

Kepala KB-TK Kristen Petra 7, Ibu Whenita Merliani, M.Si., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini juga melibatkan guru jenjang SD agar penerapan Montessori tidak berhenti pada tingkat KB-TK saja, tetapi dapat terus dilanjutkan pada jenjang berikutnya. Dengan demikian, kesinambungan pendekatan pembelajaran dapat tercipta, dan anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang konsisten dan menyeluruh.

Dalam pelatihan ini, para guru tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga melakukan praktik langsung menggunakan berbagai aparatus Montessori. Suasana pelatihan berlangsung antusias, dan para peserta merasa mendapatkan banyak insight baru. Salah seorang guru menyatakan, “Pelatihan ini sangat membuka wawasan saya. Saya jadi lebih memahami mengapa alat-alat Montessori didesain sedemikian rupa dan bagaimana cara menggunakannya secara maksimal di kelas.”

Penerapan metode Montessori terbukti memberikan dampak positif yang nyata. Dengan pendekatan yang menghargai anak sebagai individu yang mampu belajar secara mandiri, metode ini tidak hanya membentuk anak menjadi lebih terampil, tetapi juga belajar dalam berpikir dan bertindak. PPPK Petra terus berkomitmen untuk mengembangkan praktik Montessori agar semakin optimal dalam mendampingi pertumbuhan anak-anak pada usia emas mereka.

Bagikan Kisah Ini, Lewat Platform Favoritmu!