Pelatihan The Awareness of Artificial Intelligence: Bekali Guru Petra Integrasikan AI untuk Pembelajaran Kreatif dan Fun Learning
Sebagai langkah nyata mempersiapkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan teknologi, PPPK Petra bekerja sama dengan Coding Bee Academy menyelenggarakan pelatihan bertajuk “The Awareness of Artificial Intelligence”. Pelatihan ini merupakan bagian dari program AI Ready ASEAN, sebuah inisiatif yang digagas oleh ASEAN Foundation dengan dukungan dari Google.org, yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kesiapan masyarakat ASEAN, termasuk guru, dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan secara bertanggung jawab dan berdampak positif. Dalam pelaksaaannya, pelatihan ini diikuti oleh bapak/ibu guru jenjang SMP dan SMA, yang pada kesempatan ini adalah dari SMP Kristen Petra 2 dan SMA Kristen Petra 3. Kegiatan berlangsung pada hari Jumat, tanggal 12 Desember 2025, pukul 01.30–03.30 WIB, di ruang perpustakaan SMA Kristen Petra 3, Jalan Kalianyar No. 43 Surabaya.
Dalam kesempatan ini, Koordinator Jenjang SMP-SMA/SMK PPPK Petra, Bapak Septian Tri Kristianto, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa pelatihan ini ditujukan untuk mengenalkan guru tentang AI sekaligus memperluas pemahaman mengenai pemanfaatan AI dalam pembelajaran, sehingga guru dapat menjadi lebih aktif dan kreatif dalam menggunakan media pembelajaran berbasis AI. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret agar pemanfaatan AI di sekolah bukan sekadar wacana, melainkan hadir sebagai dukungan nyata bagi proses belajar-mengajar.
Pelatihan dipandu oleh Mauludy Riftya Al Singgih, S.Pd., yang menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah agar para guru semakin aware terhadap perkembangan teknologi AI dan memahami bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung pendidikan. Selama sesi berlangsung, suasana pelatihan berjalan dengan baik, aktif, dan menyenangkan. Para peserta pelatihan terlihat antusias dan interaktif, baik saat menyimak materi, berdiskusi, maupun ketika mencoba praktik langsung. Ke depannya, direncanakan akan ada pelatihan lanjutan mengenai penggunaan AI yang lebih aplikatif, disertai proses mentoring agar implementasi AI di kelas dapat semakin terarah dan berdampak.
Sejalan dengan tujuan pelatihan ini, Kepala SMP Kristen Petra 2, Ibu Endah Mustikaningsih Rahaju Putri, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa pada masa sekarang guru perlu menyesuaikan keterampilannya dengan kebutuhan zaman, agar tetap relevan dan efektif dalam mendampingi proses belajar siswa pada era digital. Ia juga menilai pelatihan ini memberi pengalaman yang positif, serta berharap kegiatan ini mendorong guru menjadi lebih kreatif dalam mengajarkan pembelajaran kepada anak-anak. Penerapan AI di SMP Kristen Petra 2 sejauh ini sudah mulai dilakukan oleh beberapa guru, namun masih perlu dikembangkan dan ditingkatkan agar pemanfaatannya semakin optimal.
Sementara itu, Ibu Vonny Wijaya, S.S., M.M. selaku Kepala Sekolah SMA Kristen Petra 3, berharap setelah pelatihan ini, para guru semakin kreatif dan lebih percaya diri dalam mengintegrasikan AI ke dalam pembelajaran bersama siswa. Ia berharap siswa tidak hanya berpatokan pada buku teks, tetapi dapat memperluas wawasan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan (fun learning), berbasis AI, dan tetap positif, terarah, serta relevan dengan kebutuhan masa depan.
Tidak hanya menerima materi, peserta juga mengikuti sesi praktik melalui program Hour of AI dengan semangat “The Hour of Code is Now the Hour of AI” yang membuat literasi AI menjadi mudah, engaging, dan fun. Dalam aktivitas mix and move, para peserta mencoba pengalaman kreatif yang menggabungkan inspirasi dari prompt AI dan konsep coding untuk menghasilkan proyek akhir. Peserta melewati tiga tahap kreatif, mulai dari mendesain dancer, membuat remix musik, hingga menyusun koreografi, tanpa perlu pengalaman coding sebelumnya. Setelah menyelesaikan Hour of AI, para peserta pelatihan ini juga memperoleh sertifikat elektronik yang dapat diunduh langsung sebagai bukti partisipasi dan capaian belajar.
Sebagai tindak lanjut, pada akhir sesi, peserta diminta untuk menyelesaikan 15 modul pembelajaran dari platform AI Class ASEAN dalam waktu satu pekan sebelum pertemuan berikutnya. Langkah ini menjadi penguatan agar pemahaman literasi AI tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan belajar dan bekal implementasi di sekolah.
Melalui pelatihan ini, PPPK Petra berharap penggunaan AI tidak hanya menjadi tren, tetapi benar-benar menjadi sarana untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, bermakna, dan menyenangkan, sekaligus mempersiapkan siswa menjadi pembelajar yang adaptif pada era digital.
Bagikan Kisah Ini, Lewat Platform Favoritmu!
editor's pick
latest video
news via inbox
Nulla turp dis cursus. Integer liberos euismod pretium faucibua









