Yong Chun Festival 2026: Cultural Harmony and Students Performances
Surabaya – Kemeriahan budaya dan semangat edukasi menyatu dalam gelaran Yong Chun Festival 2026 yang berlangsung di Fairway Nine Mall pada akhir pekan ini. Festival yang diselenggarakan selama dua hari, mulai Sabtu, 31 Januari hingga Minggu, 1 Februari 2026 ini, resmi dibuka dengan penuh antusiasme dan rasa syukur.
Dalam sambutan pembukaannya, Bapak Soh Sian Gwan selaku Owner dari Yong Chun Chinese Language Center, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para tamu undangan, termasuk perwakilan dari PPPK Petra, Confucius Institute (Pusat Bahasa Mandarin), serta delegasi dari berbagai sekolah di Surabaya. Beliau menggarisbawahi pesatnya perkembangan bahasa Mandarin di Surabaya, yang ditandai dengan tingginya minat orang tua untuk membekali anak-anak mereka dengan kompetensi global demi mempersiapkan studi ke luar negeri. Kehadiran Konsul Jenderal RRT di Surabaya, Bapak Ye Su, semakin memperkuat misi festival ini sebagai jembatan persahabatan antarbudaya.
Nuansa seni yang memukau mengawali hari pertama melalui penampilan duet Vanessa Ludwina Wattimena (SD Kristen Petra 5) dan Winston Lawrence Wattimena (SMP Kristen Petra Acitya). Kehangatan suasana berlanjut pada siang hari lewat lentiknya jari-jemari enam siswi berbakat SD Kristen Petra 5 saat memainkan alat musik tradisional Guzheng, menciptakan harmoni yang syahdu di tengah keramaian mall.
Kreativitas literasi juga memuncak melalui Lomba Mading. Tim dari SMP Kristen Petra 4 (Nani, Elin, Jia, dan Esther) mencuri perhatian dengan mading 3D bertajuk “The Lane of Whoosh”. Terinspirasi dari teknologi kereta cepat, mereka berhasil meramu informasi edukatif dalam visual yang inovatif. Laoshi Floriani Muntando, guru pendamping dari SMP Kristen Petra 4, menyatakan rasa bangganya melihat bagaimana siswa kini mampu mengaplikasikan bahasa Mandarin ke dalam riset teknologi dan karya seni kreatif.
Memasuki hari kedua, Minggu, 1 Februari 2026, panggung utama Fairwaynine kembali bergetar dengan rangkaian talenta yang memikat sejak pagi hari. Pada Sesi 3, penonton disuguhi keceriaan dari siswa-siswi TK Kristen Petra 10, SD Kristen Petra 10, TK Kristen Petra 11, dan SD Kristen Petra 11 yang membawakan beragam penampilan mulai dari modern dance, Wushu, hingga puisi Mandarin yang menyentuh hati.
Memasuki Sesi 4 pada siang hari (13.55 – 14.15 WIB), atmosfer panggung berubah menjadi lebih elegan dan artistik. SMP Kristen Petra 1 menyajikan kolaborasi yang sangat harmonis antara solo vocal oleh Feli Gunawan dan dentingan Guzheng oleh Jessica Santoso. Perpaduan suara merdu dan instrumen tradisional ini berhasil memukau penonton dengan kualitas estetika yang tinggi.
Panggung semakin semarak dengan penampilan dari Petra Youth Dancer. Sebanyak 11 penari tampil dengan penuh energi membawakan perpaduan Chinese Pop Dance dan Chinese Fan Dance (tarian kipas). Gerakan yang sinkron serta kostum yang menawan menunjukkan kedisiplinan dan latihan keras yang telah mereka jalani. Seluruh rangkaian perlombaan kemudian berlanjut hingga puncaknya pada malam hari, di mana sportivitas dan kreativitas menjadi tolok ukur utama sebelum acara resmi ditutup pada pukul 19.30 WIB.
Sinergi antara Yong Chun Chinese Language Center, Confucius Institute, dan sekolah-sekolah di bawah naungan PPPK Petra menunjukkan bahwa pendidikan adalah sebuah perjalanan kolaboratif. Dari langkah mungil anak-anak TK yang menari hingga riset mendalam mading “The Lane of Whoosh” serta keanggunan melodi dari siswa SMP, kita diingatkan bahwa pendidikan bukan sekadar mengejar angka, melainkan tentang keberanian untuk berekspresi.
Bagikan Kisah Ini, Lewat Platform Favoritmu!
editor's pick
latest video
news via inbox
Nulla turp dis cursus. Integer liberos euismod pretium faucibua











