Kekuatan Kulit Telur Menjadi Pupuk Kalsium
Halo, Sahabat Hijau! Kalau biasanya kita lihat kulit telur cuma berakhir di tempat sampah, sekarang kami punya cerita berbeda! Dalam rangka peduli terhadap lingkungan, khususnya pada limbah kulit telur agar tidak terbuang percuma melalui kegiatan kokurikuler kelas IV SD Kristen Petra 9 yang bertema “From Nature for Sustainable Living’. Pada kegiatan ini kami belajar mengolah kulit telur menjadi pupuk kalsium yang bermanfaat bagi tanaman.
Awalnya, Bu Guru bertanya, “Anak-anak, siapa yang di rumahnya setiap pagi makan telur?” Semua angkat tangan! “Nah, kemana perginya kulit telur itu?” tanya Bu Guru lagi. Kami pun menjawab, ” Dibuang, Bu!” Nah, dari situlah petualangan kami dimulai. Ternyata, kulit telur yang sering kita buang itu menyimpan kalsium tinggi yang sangat baik untuk tanaman!
Hari itu tepatnya hari Selasa, 10 Maret 2026 siswa kelas IV melakukan kegiatan pembuatan pupuk kalsium dari bahan dasar kulit telur. Kami pun mulai beraksi! Begini langkah-langkah seru yang kami lakukan. Minggu pertama, kami jadi “pemburu” kulit telur. Setiap anak diminta membawa kulit telur dari rumah. Ada yang bawa kulit telur ayam, ada juga yang bawa kulit telur bebek! Seru banget ngumpulinnya. Setelah terkumpul, tugas kami adalah mencucinya sampai bersih. Tidak boleh ada sisa telur atau kotoran yang menempel. Kami menggosoknya sampai bersih. Seru, banget, jadi seperti memandikan kulit telur!
Kulit telur yang sudah bersih, kami jemur di halaman sekolah sampai benar-benar kering. Teriknya matahari membantu kami mengeringkan kulit telur dengan sempurna. Ini yang namanya memanfaatkan energi alam! Blender dan Saring; Nah, ini bagian yang paling seru! Kulit telur yang sudah kering kami hancurkan. Awalnya kami coba pakai ulekan, tapi butuh waktu lama dan kurang halus. Akhirnya, kami pakai blender! Brrrrrr……. Kulit telur berubah jadi bubuk putih halus. Setelah itu, kami saring. Bubuk yang halus kami tampung di wadah, sedangkan yang kasar bisa di blender lagi. Bubuk halus kulit telur inilah yang menjadi pupuk kalsium buatan kami sendiri. Luar biasa, bukan? Tetapi, jangan langsung ditaburkan, ya! Ada ramuan rahasianya.
Begini cara membuat pupuk cair dari bubuk kulit telur: kami siapkan 1 liter air bersih, kemudian kami mencampurkan 1 sendok bubuk kulit telur dan 1 sendok cuka dapur ke dalam air. Kami harus berhati-hati, karena ramuan akan sedikit berbusa karena reaksi kimia! Kami mengaduk sampai rata. Setelah itu, pupuk siap disiramkan ke tanaman! Cuka membantu “membuka” kalsium dalam kulit telur agar mudah diserap oleh akar tanaman. Wah, jadi ingat pelajaran IPA, deh!
Kegiatan ini bukan cuma menyenangkan, tapi juga membuka wawasan baru. Bu Guru menjelaskan, apa yang kami lakukan ini mirip dengan hukum kekekalan energi, yang bunyinya, “Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, melainkan hanya dapat berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk lainnya.”
Kulit telur yang tadinya hanya sampah dan tidak berguna, ternyata bisa berubah bentuk menjadi pupuk yang menyuburkan tanaman. Tanaman yang subur akan menghasilkan buah atau bunga yang indah. Buahnya bisa kita nikmati lagi. Sungguh siklus yang ajaib! Sekarang, kami jadi lebih sadar. Setiap kali melihat kulit telur di dapur, kami tidak lagi menganggapnya sampah. Itu adalah berkah dari alam yang bisa dikembalikan lagi ke alam.
Kegiatan “From Nature for Sustainable Living” ini mengajarkan kami untuk lebih peduli pada lingkungan. Hal-hal kecil yang kita lakukan, seperti mengolah limbah dapur, bisa berdampak besar bagi bumi kita tercinta. Yuk, mulai sekarang, kita bersama-sama jadi siswa yang kreatif dan peduli lingkungan! Dari alam, untuk keberlanjutan hidup yang lebih baik! Melalui kegiatan ini, kami semakin sadar bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Ayo teman-teman, selalu semangat untuk menjaga lingkungan kita!
Bagikan Kisah Ini, Lewat Platform Favoritmu!
editor's pick
latest video
news via inbox
Nulla turp dis cursus. Integer liberos euismod pretium faucibua






