Transforming Today, Shaping Tomorrow
SURABAYA — Auditorium PPPK Petra di Graha Famili pada tanggal 6 Juli 2026 dipenuhi suasana syukur dan refleksi ketika dewan pengurus, pimpinan eksekutif, kepala sekolah, serta seluruh guru PPPK Petra berkumpul dalam Ibadah Awal Tahun Ajaran 2026/2027. Ibadah ini menjadi titik awal perjalanan baru, bukan sekadar rutinitas pembukaan, melainkan momen spiritual yang meneguhkan panggilan para pendidik Kristen untuk terus bertumbuh, melayani, dan membentuk generasi yang Tuhan percayakan.
Ibadah diawali dengan musik instrumental reflektif “He Leadeth Me (Tenanglah Kini Jiwaku)” yang mengantar jemaat masuk dalam saat teduh. Worship leader mengingatkan bahwa setiap kesempatan untuk mendidik adalah anugerah, dan tahun ajaran baru adalah kesempatan untuk kembali mempersembahkan hidup sebagai teladan bagi siswa. Nyanyian syukur “Kubersyukur Pada-Mu Tuhan Atas Kasih-Mu” dan “Kau Allah yang Besar” mengalun, menegaskan keyakinan bahwa kasih Tuhan tidak pernah berkesudahan.
Pujian dilanjutkan dengan “Kami Puji dengan Riang” dan “Di Badai Topan Dunia”, mengajak jemaat mengakui bahwa segala yang diterima berasal dari kemurahan Tuhan. Firman Tuhan kemudian disampaikan Pdt. Fajar Junianto dari GKI Pondok Tjandra Indah, dengan tema besar tahun ajaran PPPK Petra “Crafting the Future, Embracing HIStory” dan tema khusus ibadah pembukaan: “Transforming Today, Shaping Tomorrow”.
Dalam khotbahnya, Pdt. Fajar Junianto menekankan bahwa guru Kristen dipanggil bukan hanya untuk mentransfer pengetahuan, melainkan juga membentuk karakter dan menjadi teladan Kristus. Efesus 4:11–16 menjadi dasar bahwa Kristus memperlengkapi umat-Nya agar bertumbuh bersama dan membangun generasi dalam kasih. Guru memiliki tiga kesempatan setiap hari: memberi ilmu, menanamkan nilai, dan mempersaksikan Kristus. Keberhasilan seorang pendidik bukan diukur dari selesai mengajar, melainkan dari pertumbuhan nyata yang dialami oleh siswa.
Beliau mengutip pemikiran John Calvin bahwa ruang kelas bukan sekadar tempat mentransfer pengetahuan, melainkan ruang bagi Allah bekerja melalui panggilan seorang guru untuk membangun manusia menuju kedewasaan. Inspirasi juga diambil dari kehidupan Fanny J. Crosby, penulis lebih dari 8.000 himne, yang berkembang karena seorang guru melihat potensi, bukan keterbatasan. Kisah ini menjadi pengingat bahwa guru mungkin tidak selalu melihat hasilnya hari ini, tetapi melalui ketekunan mengajar dan membimbing, mereka sedang membentuk pribadi-pribadi yang kelak memberi dampak besar bagi keluarga, gereja, masyarakat, bahkan dunia.
Doa syafaat dipanjatkan untuk memohon hikmat dan kekuatan dalam menjalani tugas tahun ajaran baru, untuk Penerimaan Siswa Baru 2027/2028, serta untuk penyelenggaraan konser Petra Youth Orchestra yang mengangkat tema “Timeless Harmony”, yang akan digelar pada tanggal 25 Juli 2026 mendatang. Ibadah ditutup dengan respons firman, komitmen baru sebagai pendidik Kristen, nyanyian pengutusan “Bila Badai Hidup Menerpamu”, dan doa berkat.
Ibadah awal tahun ajaran ini menegaskan bahwa transformasi hari ini—baik profesional maupun spiritual—akan membentuk masa depan yang unggul. Guru dipanggil untuk terus belajar, berinovasi, dan hidup dalam integritas Kristus. Ruang kelas bukan sekadar tempat menyampaikan pelajaran, melainkan tempat Allah membentuk masa depan melalui guru-guru yang setia. Dengan semangat ini, PPPK Petra memasuki tahun ajaran 2026/2027 dengan tekad untuk terus bertumbuh, membangun generasi, dan memuliakan Tuhan.
Bagikan Kisah Ini, Lewat Platform Favoritmu!
editor's pick
latest video
news via inbox
Nulla turp dis cursus. Integer liberos euismod pretium faucibua









