Kue Tradisional

Published On: March 16, 2026

Kegiatan pembelajaran di kelas menjadi lebih menyenangkan saat dibuat bervariasi seperti anak-anak TK Kelompok B yang belajar sambil bermain melalui kegiatan membuat kue tradisional dengan cara dikukus. Kue yang dibuat dari setiap kelas berbeda, TK Kelompok B-1 membuat kue mangkok, B-2 nagasari, B-3 jentik manis dan B-4 gethuk singkong.

Kegiatan ini melibatkan salah satu orang tua sebagai narasumber untuk menciptakan momen kebersamaan yang menyenangkan, agar anak lebih dekat dengan orang tua sehingga memperkuat ikatan emosional serta menciptakan kerja sama yang baik antara guru dan keluarga dalam pendidikan anak. Melalui kegiatan memasak anak dapat belajar dalam hal:

  • Motorik halus (mengaduk, menuang, membentuk adonan).
  • Bahasa (mengenal nama bahan dan alat).
  • Kognitif (menghitung, mengukur, memahami proses).
  • Sosial-emosional (kerja sama, sabar menunggu giliran).

Membuat kue tradisional membantu anak mengenal warisan budaya lokal sejak dini sehingga menumbuhkan rasa cinta terhadap makanan khas daerah. Anak juga belajar berinteraksi dengan teman, orang tua lain dan guru. Hal ini dapat mengembangkan kemampuan komunikasi dan kerja tim. Saat anak terlibat dalam kegiatan akan merasa bangga dengan hasil karyanya sehingga meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian. Anak juga dapat dikenalkan dengan bahan alami dan proses memasak yang sehat sehingga terbiasa dengan makanan yang lebih baik.

Harapan kami menanamkan pola hidup sehat dikenalkan sejak dini agar anak belajar bahwa makanan sehat dapat dibuat dari bahan alami, tanpa bahan pengawet dan dimasak dengan cara yang lebih sehat seperti dikukus, mengarahkan anak-anak untuk lebih menyukai kue tradisional yang bergizi dibandingkan kue instan atau tinggi gula dan pewarna buatan, agar anak menjadi tertarik pada jajanan tradisional yang umumnya lebih alami dan sehat serta membangun pola pikir bahwa makanan sehat itu menyenangkan dan penting untuk kehidupan sehari-hari.

Ternyata anak-anak sangat antusias selama mengikuti kegiatan memasak dan saat menikmati hasil memasak bersama, mereka dapat menghabiskan kue tersebut sampai habis. Mereka berkata “ uenaak…. “ bahkan ada yang minta tambah lagi. Semoga pengalaman yang diberikan ini menjadi bermakna bagi anak-anak di kemudian hari. Terima kasih Mamanya Geva Mamanya Keiko, Mamanya Naomi dan Mamanya Abraham yang sudah meluangkan waktu memasak bersama kami di sekolah. Tuhan Yesus Memberkati.

Bagikan Kisah Ini, Lewat Platform Favoritmu!

latest video

Mail Icon

news via inbox

Nulla turp dis cursus. Integer liberos  euismod pretium faucibua