Timeless Harmony: Konser ke-16 Petra Youth Orchestra Jadi Kado 75 Tahun PPPK Petra dan Pecahkan Dua Rekor MURI
SURABAYA — Hari Sabtu malam, tanggal 25 Juli 2026, Auditorium PPPK Petra dipenuhi ribuan pasang mata yang menyaksikan kemegahan konser ke-16 Petra Youth Orchestra (PYO) bertajuk “Timeless Harmony”. Pertunjukan ini bukan sekadar konser tahunan, melainkan puncak perayaan 75 tahun Perhimpunan Pendidikan dan Pengajaran Kristen Petra (PPPK Petra). Lebih dari itu, konser ini mencatatkan sejarah baru dengan dianugerahi dua rekor MURI, menjadikannya kado istimewa bagi perjalanan panjang PPPK Petra.
Suasana konser terasa berbeda karena mempertemukan lintas generasi dalam satu panggung. Guru dan murid tampil berdampingan, alumni yang kini berkiprah sebagai musisi profesional kembali bergabung, bahkan empat generasi keluarga — dari kakek, nenek, orang tua, anak, hingga cucu — ikut berkolaborasi. Kehadiran lintas generasi ini menjadi simbol nyata tema besar perayaan “Crafting the Future, Embracing HIStory”, yang mana masa lalu dan masa depan berpadu dalam harmoni yang abadi.
Deretan repertoar yang dibawakan di bawah arahan conductor Alvine Suryantara mengajak penonton berkelana melintasi lanskap musikal yang kaya. Konser dibuka dengan “Swan Lake Overture” karya Tchaikovsky, sebuah mahakarya balet yang menghadirkan keanggunan dan kemegahan klasik. Dilanjutkan dengan medley “The Sound of Music”, yang membangkitkan nostalgia melalui lagu-lagu ikonik seperti “Do-Re-Mi” dan “My Favorite Things”, penuh pesan tentang kasih dan harapan.
Suasana semakin intim ketika “My Way” dibawakan dengan penuh penghayatan, mengingatkan penonton pada keberanian menjalani hidup sesuai dengan keyakinan. Nuansa Timur hadir lewat “Chun Tian De Ba Lei”, yang memadukan warna musik Tiongkok dengan sentuhan klasik Barat, menghadirkan semangat musim semi yang cerah. Energi virtuoso ditampilkan melalui “Czardas”, karya penuh dinamika yang menuntut teknik tinggi sekaligus ekspresi mendalam.
Penonton kemudian diajak menikmati pesona modern lewat medley “La La Land”, yang mengisahkan mimpi dan pengorbanan dalam dunia seni. Sementara “Billie Jean” menghadirkan energi pop ikonik Michael Jackson, membuktikan musik populer tetap abadi lintas generasi. Nuansa Indonesia hadir lewat “Rangkaian Melati” karya Ismail Marzuki, yang lembut dan penuh makna, serta “Simfoni Raya” yang memadukan semangat kebangsaan dengan kekayaan musikal nusantara.
Sebagai penutup, lagu “Ingatlah Hari Ini” dibawakan oleh seluruh talenta Petra, menghadirkan suasana hangat penuh syukur tentang persahabatan, kebersamaan, dan kenangan yang akan terus hidup.
Kemegahan konser semakin terasa melalui kolaborasi Petra Youth Choir, Petra Children Choir, Petra Youth Dancers, Petra Children Dancers, serta alumni yang kembali tampil setelah bertahun-tahun. Tata cahaya artistik, visual panggung elegan, dan penampilan penuh percaya diri dari para musisi muda menegaskan kualitas Petra Talent sebagai wadah pembinaan talenta yang terus berkembang.
Direktur Eksekutif PPPK Petra, Ir. Hengkie Porawouw, M.B.A., menyebut konser ini sebagai kado indah bagi ulang tahun ke-75. Ia menekankan bahwa tugas utama PPPK Petra bukan menciptakan bakat, melainkan menyediakan ruang agar potensi siswa berkembang. “Kami memberikan fasilitas, dukungan, dan panggung yang layak agar anak-anak bisa berkarya sekaligus memperoleh apresiasi dari masyarakat,” ujarnya.
Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) turut mengukuhkan momen bersejarah ini dengan dua penghargaan: Pagelaran orkestra dengan pemain siswa dan alumni terbanyak dari satu lembaga pendidikan, serta Rangkaian perayaan HUT institusi pendidikan lintas generasi terlama. Sejak tahun 2009 hingga konser ke-16, PYO telah melibatkan 1.363 pemain lintas generasi. Sementara rangkaian perayaan HUT ke-75 berlangsung lebih dari satu tahun, melibatkan 24.875 peserta dari sepuluh angkatan.
Direktur Operasional MURI, Awan Rahargo, menyebut pencapaian ini sebagai bukti bahwa pendidikan mampu menghubungkan generasi melalui kolaborasi dan kreativitas. Ia optimistis PPPK Petra akan kembali memecahkan rekor pada masa depan.
Pagelaran konser orkestra ini menegaskan bahwa pendidikan terbaik lahir ketika ilmu pengetahuan, karakter, dan seni tumbuh bersama. Sekolah Kristen Petra melalui Petra Talent menghadirkan panggung bukan hanya sebagai tempat tampil, tetapi sebagai ruang untuk menumbuhkan mimpi, merawat sejarah, dan menyiapkan masa depan. Dengan konsistensi menghadirkan pendidikan holistik, PPPK Petra sekali lagi menunjukkan dirinya sebagai lembaga yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga berkomitmen membentuk generasi yang kreatif, berkarakter, dan siap menjadi berkat bagi masyarakat.
Bagikan Kisah Ini, Lewat Platform Favoritmu!
editor's pick
latest video
news via inbox
Nulla turp dis cursus. Integer liberos euismod pretium faucibua


























































































