Petra dan Solaris Bersinergi, Moluska Lengkapi Laboratorium Alam Sari Petra
SURABAYA — Solaris Shell Club Indonesia adalah sebuah perkumpulan pencinta dan pengumpul cangkang moluska yang berdiri sejak tahun 1995 oleh tokoh-tokoh seperti Bapak Bunjamin Dharma dan Bapak George Hadiprajitno. Selain berfokus pada hobi mengoleksi kerang dan siput, Solaris juga aktif mendukung dunia ilmu pengetahuan, termasuk ikut mendirikan Masyarakat Moluska Indonesia (MMI) bersama BRIN dan sejumlah universitas. Kontribusinya nyata dalam pencatatan serta inventarisasi spesies baru moluska di Indonesia, sehingga memperkaya pengetahuan tentang keragaman hayati Tanah Air. Menariknya, Ketua Solaris Shell Club Indonesia, Bapak Suryadinata, juga merupakan alumnus Sekolah Petra, sehingga kerja sama ini memiliki makna emosional sekaligus historis bagi keluarga besar PPPK Petra.
Pada tanggal 3 September 2026, Solaris Shell Club Indonesia yang diwakili oleh Bapak Suryadinata menjalin kerja sama dengan PPPK Petra melalui penandatanganan nota kesepahaman sekaligus seremoni penyerahan koleksi moluska kepada Alam Sari Petra Surabaya, yang berlokasi di Jalan Tegalsari No. 10, Surabaya. Dalam acara tersebut, beberapa koleksi cangkang moluska berukuran besar ataupun kecil, diserahkan secara simbolis kepada PPPK Petra yang diwakili oleh Ir. Hengkie Porawouw, M.B.A.. Koleksi yang bernilai edukatif ini antara lain Syrinx aruanus, Melo umbilcatus, Turbo marmoratus, dan Chicoreus ramosus. Kehadiran koleksi tersebut akan melengkapi fasilitas urban farming yang sudah ada di Alam Sari Petra, sekaligus memperluas cakupan pembelajaran ke dunia fauna.
Kerja sama ini menegaskan komitmen PPPK Petra untuk menghadirkan pengalaman belajar yang holistik bagi siswa. Alam Sari Petra kini tidak hanya menjadi tempat belajar tentang pertanian perkotaan, tetapi juga berkembang sebagai laboratorium yang memperkenalkan keanekaragaman hayati dan menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian alam.
Dalam pandangan Bapak Suryadinata, kerja sama ini adalah kesempatan untuk memperkenalkan dunia moluska kepada generasi muda. Ia percaya bahwa dari sinilah akan lahir peneliti-peneliti baru yang mencintai dan peduli terhadap kekayaan hayati Indonesia. Ketertarikannya pada dunia moluska yang ia tekuni serius sejak usia sekitar 40 tahun, kini ia harapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi PPPK Petra, sekaligus memastikan tongkat estafet kecintaan terhadap dunia moluska dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.
Kepala Penelitian dan Pengembangan PPPK Petra, Drs. Lianto Atmodjo, menyampaikan, “Akan ada banyak materi ilmiah dari Bapak Suryadinata yang bisa dibagikan, tidak hanya kepada siswa, tetapi juga kepada guru Biologi. Kerja sama ini juga memperkenalkan ASP kepada masyarakat luas dan akademisi sebagai tempat belajar tentang moluska.”
Dalam kesempatan terpisah, Bapak Nehemia Alto, Koordinator Alam Sari Petra, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Solaris Shell Club Indonesia atas hibah koleksi yang diberikan. “Dengan adanya koleksi ini, ASP kini tidak hanya menjadi fasilitator pembelajaran urban farming, tetapi juga memperluas cakupan keanekaragaman hayati Indonesia. Ini akan memperlengkapi siswa dalam belajar secara lebih menyeluruh,” ujarnya.
Kerja sama antara PPPK Petra dan Solaris Shell Club Indonesia menjadi bukti nyata bahwa pendidikan Kristen tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan potensi siswa melalui pengalaman belajar yang menyeluruh. Hibah koleksi moluska ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas, membawa Alam Sari Petra semakin dikenal sebagai laboratorium pembelajaran yang inspiratif, berprestasi, dan berdampak positif bagi generasi masa kini ataupun mendatang.
Bagikan Kisah Ini, Lewat Platform Favoritmu!
editor's pick
latest video
news via inbox
Nulla turp dis cursus. Integer liberos euismod pretium faucibua























