Entrepreneurship Plus! SMA Kristen Petra 3 Perkuat Kurikulum dengan Bridging UK Petra

Published On: July 10, 2026

SURABAYA – Ruang perpustakaan SMA Kristen Petra 3 pada hari itu dipenuhi suasana hangat penuh antusiasme. Kursi yang tersedia terisi penuh oleh para orang tua siswa baru kelas X yang hadir untuk mengikuti kegiatan parenting, sebuah momentum penting yang mempertemukan sekolah dan orang tua dalam semangat kebersamaan. Di tengah acara yang berlangsung pada hari Kamis, tanggal 9 Juli 2026 tersebut, sekolah memperkenalkan arah pendidikan yang akan ditempuh putra-putri mereka mulai tahun ajaran 2026/2027 melalui sosialisasi kurikulum, tata tertib, serta kegiatan siswa, sekaligus meluncurkan Program Bridging hasil kolaborasi dengan Universitas Kristen Petra.

Sesi pertama dibuka dengan pemaparan dari Ibu Vonny Wijaya, S.S., M.M., Kepala SMA Kristen Petra 3. Beliau menekankan visi dan misi sekolah, serta pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung proses pendidikan. Dilanjutkan oleh Ibu Lusia Suwantari Nugraheni, S.Pd., wakil kepala sekolah bidang kurikulum, yang menjelaskan pembelajaran tiga tahun ke depan, mulai dari mata pelajaran wajib dan pilihan hingga kegiatan ekstrakurikuler. Sesi ini ditutup oleh Ibu Christina Alfani, S.Pd., wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, yang menegaskan aturan dan tata tertib sekolah sebagai fondasi terciptanya lingkungan belajar yang kondusif.

SMA Kristen Petra 3 menegaskan keunggulannya melalui excellent point di bidang entrepreneurship dan bahasa Mandarin. Untuk memperkuat keunggulan tersebut, sekolah merancang model pembelajaran yang menyiapkan lulusan berprestasi, inspiratif, dan berjiwa entrepreneur. Inilah yang melatarbelakangi lahirnya Program Bridging dengan Universitas Kristen Petra, sebuah kolaborasi yang memberi manfaat nyata bagi siswa baru kelas X mulai tahun ajaran ini.

Sesi kedua menghadirkan Bapak Ronald Hasudungan Irianto Sitindjak, S.Sn., M.Sn. dari Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif (Program Studi Desain Komunikasi Visual), serta Bapak Yohan Gunawan Henuk, S.E., M.M. dari Fakultas School of Business and Management (SBM) Universitas Kristen Petra. Mereka menjelaskan latar belakang program, pengenalan fakultas dan program studi masing-masing, jalur karier, hingga teknis pelaksanaan Bridging. Program ini memungkinkan penyelarasan pembelajaran SMA dengan mata kuliah universitas, sehingga beberapa materi dapat dikonversikan dan diakui sebagai kredit SKS di universitas. Hal ini tentu memberi keuntungan finansial bagi orang tua.

Entrepreneurship yang menjadi unggulan SMA Kristen Petra 3, misalnya, dapat dikonversikan ke mata kuliah Entrepreneurial Mindset (2 SKS) atau Marketing Management (3 SKS) yang ada pada 11 program studi di Fakultas SBM. Sementara materi Branding and Promotion di kelas XI dapat dikonversikan ke mata kuliah Pre-Intermediate Design (5 SKS) yang ada pada program studi DKV. Meski nilai sudah diakui, bagi siswa yang nantinya sudah secara definitif menjadi mahasiswa di Fakultas SBM atau DKV, boleh tetap mengikuti perkuliahan jika mereka masih berkeinginan untuk memperoleh pengalaman kuliah yang utuh atau bahkan ingin menaikkan nilainya yang sudah diperoleh saat ujian kesetaraan tanpa perlu membayar biaya tambahan SKS lagi.

Ibu Vonny menegaskan bahwa SMA Kristen Petra 3 menjadi pilot project bagi SMA PPPK Petra lainnya untuk Program Bridging dengan Universitas Kristen Petra ini, namun untuk ke depannya pasti akan ada Program Bridging dengan pogram studi lainnya di SMA PPPK Petra  selain di SMA Kristen Petra 3. “Dengan adanya Program Bridging ini, sekolah tidak hanya mengantarkan siswa sampai kelulusan SMA, tetapi juga membantu mereka merencanakan kelanjutan studi hingga ke jenjang perkuliahan,” ujarnya.

Program Bridging ini menunjukkan bahwa SMA Kristen Petra 3 tidak berhenti pada slogan unggulan, tetapi menghadirkan langkah nyata yang mendukung masa depan siswa. Dengan penyelarasan kurikulum, mentoring dosen Universitas Kristen Petra, serta evaluasi berkelanjutan, siswa tidak hanya dipersiapkan untuk lulus SMA, tetapi juga diarahkan menuju jenjang pendidikan tinggi dengan bekal yang lebih matang.

Kegiatan parenting ini menjadi bukti komitmen sekolah untuk membangun komunikasi erat dengan orang tua, sekaligus memperkenalkan inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan semangat entrepreneurship dan kolaborasi bersama Universitas Kristen Petra, SMA Kristen Petra 3 meneguhkan diri sebagai sekolah yang tidak hanya mencetak lulusan berprestasi, tetapi juga membekali mereka untuk melangkah lebih jauh, membentuk masa depan yang unggul dan berkarakter.

Bagikan Kisah Ini, Lewat Platform Favoritmu!

latest video

Mail Icon

news via inbox

Nulla turp dis cursus. Integer liberos  euismod pretium faucibua