Sinergi Rumah dan Sekolah: Parenting Petra Jombang dan Sosialisasi Petra Surabaya
JOMBANG – Pada hari Jumat, tanggal 17 Juli 2026, SMP Kristen Petra Jombang menyelenggarakan kegiatan Parenting: Orang Tua Siswa adalah Mitra Sekolah. Acara ini menghadirkan Ibu Kartika Indrasari, S.Pd., M.M., Koordinator Staf BK PPPK Petra Surabaya, sebagai pembicara utama. Selain sesi parenting, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi SMA-SMK Kristen Petra yang berada di bawah naungan PPPK Petra Surabaya. Acara dibuka oleh pembawa acara dari pihak Petra Jombang, yang kemudian mengundang Ir. Hengkie Porawouw, M.B.A. selaku Direktur Eksekutif PPPK Petra Surabaya, serta dr. Ita Supranata selaku Ketua YPPK Petra Jombang, untuk memberikan kata sambutan, yang keduanya menegaskan akan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung perkembangan anak, serta keberlanjutan layanan pendidikan berkualitas yang berlandaskan nilai-nilai kristiani.
Kegiatan parenting ini bertujuan membangun hubungan yang saling mendukung antara rumah dan sekolah. Kolaborasi yang kuat diyakini akan membentuk anak yang berkarakter, berilmu, dan berprestasi. Parenting bukanlah pelajaran cara mendidik, melainkan proses belajar bersama, berbagi pengalaman, dan menemukan hal-hal yang mungkin tidak terlihat dalam keseharian keluarga.
Memasuki masa remaja, pola pendampingan orang tua dituntut untuk mengalami transisi yang signifikan. Jika pada usia sekolah dasar, anak masih berada dalam tahap follower—mudah diarahkan, patuh, dan cenderung mengikuti arahan orang dewasa—maka di jenjang SMP mereka mulai beralih menjadi explorer. Anak-anak remaja menunjukkan keberanian untuk mengemukakan pendapat, mempertanyakan aturan, dan mencari identitas diri melalui interaksi dengan teman sebaya. Perubahan ini merupakan bagian alami dari perkembangan kognitif dan emosional, yang sekaligus menuntut orang tua untuk menyesuaikan pendekatan. Pendampingan yang sebelumnya bersifat instruktif kini perlu bergeser menjadi dialogis, dari sekadar memberi arahan menuju membangun komunikasi dua arah yang penuh penghargaan. Dengan demikian, orang tua tidak hanya berperan sebagai pengarah, tetapi juga sebagai mitra yang mendampingi anak dalam proses pencarian jati diri, melatih daya kritis, serta membentuk ketangguhan karakter.
Dalam menghadapi anak remaja, orang tua diingatkan untuk tidak bersikap reaktif seperti “model polisi” yang hanya mencari kesalahan. Sikap ini membuat anak defensif, menutup diri, atau bahkan memberontak. Sebaliknya, orang tua perlu bersikap responsif dengan gaya konsultasi, membuka ruang dialog, dan menghargai sudut pandang anak. Dengan komunikasi dua arah, anak merasa aman, dihargai, dan tumbuh menjadi pribadi yang jujur serta bertanggung jawab. Hal yang sama berlaku dalam hubungan orang tua dengan sekolah: bukan reaktif, melainkan kolaboratif. Kasus bullying, misalnya, akan lebih efektif ditangani bila rumah dan sekolah bekerja sama.
Analogi pesawat digunakan untuk menggambarkan perjalanan anak menuju masa depan. Anak adalah badan pesawat, orang tua sayap kiri, dan sekolah sayap kanan. Komunikasi dan rasa percaya menjadi penghubung yang memastikan pesawat terbang stabil. “Tujuan kita yang sesungguhnya hanyalah satu: menyamakan kepakan kedua belah sayap. Dengan kepakan yang seirama, sehati, dan sejalan, kita bisa memastikan anak kita terbang tinggi menembus awan, menjaga mereka tetap aman, hingga akhirnya mendarat dengan selamat di pelukan masa depan yang mereka impikan,” tegas Ibu Kartika.
Pesan parenting ini diperkuat dengan firman Tuhan dari 1 Korintus 10:23 yang mengingatkan bahwa tidak semua hal berguna dan membangun, serta Amsal 22:6 yang menegaskan pentingnya mendidik anak sesuai dengan jalan yang patut. Dalam sesi tanya jawab, salah satu orang tua berbagi pergumulan tentang anak yang sebelumnya bersekolah di lingkungan non-Kristen dan merasa tertekan sebagai minoritas. Saat pindah ke sekolah berbasis Kristen, anak merasakan kenyamanan dan penerimaan yang hangat, sehingga lebih bersemangat dalam belajar.
Usai sesi parenting, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi SMA-SMK PPPK Petra. Sosialisasi ini memberikan informasi tentang jenjang pendidikan lanjutan di SMA-SMK PPPK Petra yang tersebar di Surabaya dan Sidoarjo, yang siap mendukung anak-anak dengan fasilitas modern, lingkungan aman, serta pembinaan iman dan karakter yang kuat.
Selepas kegiatan di SMP Kristen Petra Jombang, rangkaian kegiatan tim PPPK Petra masih terus berlanjut pada hari itu. Kini bergeser ke salah satu cafe, yakni Dogel Coffee Shop di Jalan Cak Durasim No. 5 Kepanjen, Jombang. PPPK Petra membuka Parenting Info Session sekaligus pendaftaran penerimaan siswa baru mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Pada kesempatan ini, beberapa orang tua berkesempatan berkunjung untuk bertanya lebih mendalam mengenai Sekolah Petra di Surabaya dan Sidoarjo, termasuk biaya pendidikan, terkait kelanjutan putra-putri mereka di jenjang SMA-SMK.
Melalui rangkaian kegiatan ini, YPPK Petra Jombang dan PPPK Petra Surabaya menegaskan komitmennya menghadirkan program parenting yang relevan sekaligus memperkenalkan jenjang pendidikan lanjutan yang berkualitas. Keduanya sama-sama memiliki komitmen menghadirkan layanan pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berlandaskan iman, sehingga menjadi pilihan tepat bagi orang tua yang ingin memastikan anak mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, kristiani, dan siap menghadapi masa depan dengan percaya diri.
Bagikan Kisah Ini, Lewat Platform Favoritmu!
editor's pick
latest video
news via inbox
Nulla turp dis cursus. Integer liberos euismod pretium faucibua















