Sekilas Petra: Jejak Warisan Generasi Pendiri

Published On: May 18, 2026

SURABAYA — Kehadiran Paulus Han Masengi (Loe Tjien Han) dan Ron Masengi, anak dan cucu dari Gouw Loe Liong, salah satu dari tujuh pendiri PPPK Petra, menjadi momen bersejarah dalam rangkaian Petra Continuum 2026.

Kunjungan Bersejarah

Paulus Han Masengi dan Ron Masengi secara khusus datang ke Surabaya pada tanggal 9–13 Mei 2026 untuk mengunjungi PPPK Petra, melihat secara langsung warisan karya pendidikan yang diawali oleh Gouw Loe Liong bersama para pendiri PPPK Petra lainnya. Mereka ingin mengetahui sejauh mana perkembangan PPPK Petra dari masa awal hingga kini.

Kedatangan mereka bertepatan dengan acara Petra Continuum – Reconnecting Generations, sebuah acara reuni akbar yang seolah pas dengan maksud kunjungan mereka: merajut kembali koneksi yang sempat terputus antara generasi pendiri dan keluarga besar PPPK Petra masa kini.

Visi dan Misi PPPK Petra

Kunjungan ini semakin bermakna karena sejalan dengan arah lembaga dengan visi PPPK Petra, yakni: Menjadi lembaga pendidikan Kristen yang holistik, inspiratif, dan berprestasi dengan sepenuh hati bagi Tuhan serta sesama. Termasuk juga dengan misi PPPK Petra, yakni: Melaksanakan proses pendidikan yang menekankan siswa, pengajar, staf, dan pengurus mampu mengenal, menumbuhkan, menggunakan, serta menikmati seluruh potensi yang Tuhan sudah berikan sebagai berkat-Nya, sehingga dirinya secara pribadi dan bersama menjadi berkat bagi orang lain.

Kesaksian Ron Masengi

Dalam kesempatan ini, Ron Masengi berbagi kesaksian pribadi yang menyentuh. “Shalom, nama saya Ron Masengi. Saya adalah Vice Principal of Christian Discipleship di King’s Christian Collegiate, Oakville, Ontario, dekat Toronto. Saya telah berkecimpung dalam pendidikan Kristen selama lebih dari 30 tahun. Koneksi saya dengan PPPK Petra adalah melalui kakek saya, Gouw Loe Liong, salah satu pendiri lembaga ini. Bersama nenek saya, mereka memiliki visi besar untuk pendidikan Kristen. Mereka mencintai Tuhan dengan sepenuh hati dan mencintai pendidikan, karena keduanya adalah guru.”

Ron menuturkan bahwa ayah dan tantenya pernah bersekolah di Petra sejak SD hingga SMA. Baru-baru ini, ia semakin mendalami sejarah Petra dan terinspirasi oleh visi kakek-neneknya. “Saya kagum melihat bagaimana visi itu berkembang. Pendidikan Kristen sudah menjadi bagian dari darah keluarga kami. Saudari saya adalah kepala sekolah dasar di Toronto, istri saya guru pendidikan khusus, dan putri saya seorang guru sekolah dasar. Visi pendidikan Kristen adalah panggilan Tuhan, sebuah kesempatan menghadirkan shalom di dunia melalui sekolah.”

Ia mengaku terinspirasi ketika mengetahui PPPK Petra kini telah berkembang menjadi 37 sekolah dengan lebih dari 11.700 siswa. “Kakek-nenek saya mungkin tidak pernah membayangkan PPPK Petra akan sebesar ini. Namun mereka akan mengakui bahwa visi ini adalah visi Tuhan. Mereka hanya taat, dan Tuhanlah yang membawa Petra ke tingkat luar biasa seperti sekarang,” ungkapnya.

Ron menekankan pentingnya keberanian dan kerendahan hati dalam menjalani panggilan pendidikan Kristen. “Keberanian untuk melangkah dalam iman, dan kerendahan hati untuk menyadari bahwa Tuhanlah yang memimpin. Pendidikan Kristen tidak mungkin berdiri tanpa Tuhan yang berjalan di depan, di belakang, di atas, dan di bawah kita,” tambahnya.

Agenda Kunjungan

Selama berada di Surabaya, Paulus Han Masengi dan Ron Masengi tidak hanya menghadiri acara Petra Continuum – Reconnecting Generations, tetapi juga diajak mengenal secara langsung perkembangan PPPK Petra. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Ron Masengi berkesempatan melihat Alam Sari Petra – Surabaya Urban Farm Lab, sebuah laboratorium pembelajaran yang menghadirkan pengalaman nyata bagi siswa dalam bidang pertanian, budidaya tanaman, dan ternak di lingkungan perkotaan. Selain itu, ia juga mengunjungi SMP dan SMA Kristen Petra Acitya, sekolah terbaru dari PPPK Petra. Di sana, Ron mendapatkan pemaparan menyeluruh mengenai perjalanan dan perkembangan PPPK Petra yang disampaikan oleh Dra. Herwati, M.Psi., Kepala SMA Kristen Petra Acitya. Presentasi tersebut mencakup informasi tentang jumlah sekolah, kurikulum, jumlah siswa, program pembelajaran, serta target pengembangan ke depan, yang semakin menegaskan betapa besar dan luasnya karya pendidikan Kristen yang telah dirintis sejak awal oleh para pendiri Petra.

Pesan Penting

Kunjungan Paulus Han Masengi dan Ron Masengi meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga besar PPPK Petra. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa warisan para pendiri PPPK Petra bukan sekadar catatan sejarah, melainkan sebuah karya pendidikan yang terus hidup dan berkembang pesat hingga kini. Nilai iman, kerja keras, dan pelayanan yang ditanamkan sejak awal terbukti menjadi fondasi kokoh yang membawa Petra bertumbuh menjadi lembaga pendidikan Kristen terbesar di Surabaya dan Sidoarjo.

Visi dan misi Petra yang berakar pada panggilan Tuhan semakin diteguhkan melalui refleksi Ron Masengi, bahwa keberhasilan Petra adalah buah dari ketaatan pada panggilan ilahi. “Kakek-nenek saya mungkin tidak pernah membayangkan Petra akan sebesar ini, dengan 37 sekolah dan lebih dari 11.700 siswa. Namun mereka akan mengakui bahwa visi ini adalah visi Tuhan. Mereka hanya taat, dan Tuhanlah yang membawa Petra ke tingkat luar biasa seperti sekarang,” ungkap Ron.

Ia juga menekankan pentingnya keberanian dan kerendahan hati dalam menjalani panggilan pendidikan Kristen. “Keberanian untuk melangkah dalam iman, dan kerendahan hati untuk menyadari bahwa Tuhanlah yang memimpin. Pendidikan Kristen tidak mungkin berdiri tanpa Tuhan yang berjalan di depan, di belakang, di atas, dan di bawah kita,” tambahnya.

Dari kunjungan ini, keluarga besar Petra diajak untuk terus melanjutkan semangat lintas generasi, menjaga warisan iman, dan menatap masa depan dengan keyakinan bahwa Tuhanlah yang memimpin setiap langkah perjalanan pendidikan Kristen di Petra.

Penutup

Sebelum meninggalkan Surabaya, Ron Masengi menyampaikan pesan penuh harapan: “Kami meninggalkan kota ini dengan hati yang penuh syukur atas kesempatan mengunjungi sekolah-sekolah Petra. Satu hal yang kami lihat jelas: Tuhanlah yang memimpin. Atas nama keluarga besar Masengi dan King’s Christian Collegiate, kami mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-75 untuk PPPK Petra. Teruslah percaya kepada Tuhan, karena Dia punya rencana yang lebih besar bagi organisasi pendidikan Kristen ini.”

Bagikan Kisah Ini, Lewat Platform Favoritmu!

latest video

Mail Icon

news via inbox

Nulla turp dis cursus. Integer liberos  euismod pretium faucibua