Belajar Menghormati Dimulai dari Hal yang Sederhana
Shalom. Halo, semuanya…! Apa kabar hari ini? Semoga semuanya dalam keadaan sehat, ya…! Dahulu setiap minggu, kami biasanya mengikuti Persekutuan Doa atau Kompas Generasi Baru (KGB). Pada semester baru ini, namanya bukan lagi Persekutuan Doa dan KGB, melainkan Spiritualitas Pengembangan Karakter Kristiani (SPK). Awalnya kami pikir hanya namanya yang diganti supaya terdengar keren, tetapi ternyata isinya lebih mendalam. Rangkaiannya tetap sama; kami bernyanyi, berdoa, mendengarkan firman, dan melakukan berbagai aktivitas. Tetapi kali ini, kami belajar tentang satu karakter kristiani dalam satu bulan.
Bulan yang pertama di SD Kristen Petra 9 ini, kami belajar tentang karakter menghormati, secara khusus sikap menghormati keluarga. Menghormati adalah suatu sikap yang mana seseorang memiliki rasa hormat dan mampu menerima setiap perbedaan yang ada pada diri orang lain seperti orang tua, saudara, kakek, dan nenek.
Di rumah, kita bisa menunjukkan rasa hormat dengan banyak cara. Misalnya, memberi salam, mengucapkan terima kasih, mengucapkan kata maaf, mengucapkan kata permisi, dan mengucapkan kata tolong saat meminta bantuan. Hal-hal sederhana seperti ini membuat hati keluarga senang dan rumah terasa damai. Jika kita selalu berbuat baik, rumah akan terang dengan kebahagiaan. Setelah belajar, guru meminta kami untuk membuat jurnal harian selama satu minggu. Setiap hari kami menulis hal baik yang kami lakukan untuk orang tua dan keluarga. Ada yang menuliskan: hari Senin saya mengucapkan terima kasih kepada mama karena telah membuat masakan yang kesukaanku; hari Rabu saya mengucapkan salam sebelum berangkat sekolah dan setelah pulang sekolah; atau hari Kamis saya mengucapkan kata maaf karena tidak sengaja merusak barang milik kakak. Tidak hanya itu saja, masih banyak lagi contoh-contoh tindakan menghargai yang dilakukan oleh teman-teman lain.
Materi SPK minggu ini mengajarkan kepada kami bahwa dengan besarnya rasa menghormati dalam keluarga, membuat hubungan menjadi lebih dekat, hati menjadi lebih hangat, dan Tuhan pun berkenan. Mari kita biasakan menghormati orang tua dan keluarga setiap hari, baik di rumah maupun di luar rumah. Tuhan memberkati.
Bagikan Kisah Ini, Lewat Platform Favoritmu!
editor's pick
latest video
news via inbox
Nulla turp dis cursus. Integer liberos euismod pretium faucibua




