Dari Laut, Kami Belajar Cinta Negeri

Published On: September 22, 2025

Nenek moyangku seorang pelaut…

Lirik lagu itu seolah menggema kembali di benak kita setiap kali membicarakan kejayaan maritim Indonesia. Lagu sederhana yang akrab di telinga anak-anak itu menjadi pengingat bahwa sejak dahulu, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa pelaut—bangsa yang gagah menaklukkan ombak dan menjaga lautan nusantara. Semangat itulah yang hendak ditanamkan kepada para siswa kelas II SD Kristen Petra 10 melalui kegiatan field trip ke Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya) dan KRI Surabaya pada tanggal 22 Oktober 2025.

Kegiatan pembelajaran di luar kelas ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat perjuangan para prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia. Sejak tiba di Monjaya, para siswa tampak antusias mendengarkan penjelasan petugas tentang sejarah perjuangan laut, dan simbol makna Monumen Jalesveva Jayamahe yang berdiri tegak menghadap ke laut seolah menjadi penjaga kehormatan bangsa.

Perjalanan berlanjut ke Museum Kapal Angkatan Laut, tempat mereka menyaksikan berbagai miniatur kapal TNI AL, mulai dari kapal bersejarah hingga kapal perang modern yang kini digunakan dalam misi penjagaan laut. Mereka terlihat kagum melihat deretan miniatur yang menggambarkan perkembangan teknologi dan kekuatan maritim Indonesia dari masa ke masa.

Momen yang paling berkesan adalah saat mereka menaiki Kapal Bima Suci, kapal layar kebanggaan TNI AL yang masih aktif berlayar hingga kini. Di atas dek kapal megah itu, para siswa belajar tentang kehidupan di laut, disiplin para pelaut, serta pentingnya kerja sama dalam setiap pelayaran. Dengan penuh rasa ingin tahu, mereka bertanya tentang bagaimana kapal ini digunakan untuk latihan taruna ataupun misi persahabatan antarnegara.

Melalui kegiatan ini, para siswa bukan hanya memperoleh pengetahuan baru tentang dunia maritim, tetapi juga belajar meneladani nilai semangat juang, kedisiplinan, dan rasa cinta tanah air dari para prajurit TNI AL. Lagu “Nenek Moyangku Seorang Pelaut” pun kini memiliki makna yang lebih dalam, bukan sekadar lagu anak-anak, melainkan cermin dari jati diri bangsa yang besar karena keberanian dan kecintaannya pada laut.

Bagikan Kisah Ini, Lewat Platform Favoritmu!