Kunjungan SMP Katolik Santo Elias Situbondo

Published On: January 28, 2026

Rabu, 28 Januari 2026, menjadi hari yang bersejarah bagi rombongan SMP Katolik Santo Elias Situbondo. Di bawah arahan Bapak Kepala Sekolah Diyan Susilo, mereka melakukan sebuah kunjungan ke Surabaya dan Sidoarjo untuk melihat langsung bagaimana inovasi pendidikan dijalankan di PPPK Petra. Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang perkenalan program unggulan Petra yaitu kurikulum VCE (Victorian Certificate of Education) untuk tahun ajaran 2026/2027.

Pagi yang Hijau di Alam Sari Petra (ASP) Urban Farm Lab

Destinasi pertama dimulai pukul 08.00 pagi di Alam Sari Petra (ASP) Urban Farm Lab, Surabaya. Di sini, rombongan disambut hangat oleh Koordinator ASP, Bapak Nehemia Alto Y. Beliau menjelaskan bahwa ASP bukan sekadar taman, melainkan laboratorium edukasi untuk memahami alam lebih dalam, khususnya di bidang pertanian yang terus berkembang mengikuti zaman.

Bapak Nehemia memaparkan berbagai metode pertanian modern yang diterapkan di ASP, seperti:

  • Akuaponik & Hidroponik: Pemanfaatan teknologi air untuk menanam tanpa tanah.
  • Kebun organik: Proses perawatan tanaman dengan menggunakan bahan-bahan organik tanpa menggunakan zat kimia secara berkelanjutan
  • Rumah Jamur: Budidaya jamur tiram sebagai komoditas yang sangat digemari konsumen.

Pengalaman ini memberikan kesan mendalam bagi para siswa. Fesya (kelas 7) sangat antusias mempelajari berbagai jenis tanaman melalui fitur pemindaian kode QR untuk memahami Taksonomi, serta mengagumi keindahan Bunga Telang. Sementara itu, Ken (kelas 7) terinspirasi oleh instalasi hidroponik dan berencana membagikan ide tersebut kepada ayahnya. Momen paling berkesan bagi Ken adalah saat ia berkesempatan memanen jamur tiram dan langsung mencicipi hasilnya.

Selain pertanian, Bapak Nehemia juga memperkenalkan area Peternakan, di mana siswa dapat berinteraksi langsung dengan ayam, bebek, dan marmut. Tidak hanya belajar budidaya, para siswa juga disuguhi berbagai produk olahan kreatif dari hasil kebun ASP, seperti:

  • Makanan: Pepes jamur dan botok daun luntas.
  • Aneka Minuman Segar: bunga telang, serai lemon, melon mint, bunga rosela, mentimun serut.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar cara menanam, tapi juga memahami hilirisasi atau produk olahan yang bisa dihasilkan dari panen mereka sendiri,” ujar Bapak Nehemia.

Dari sisi akademis, Ibu Lucy selaku guru IPA menjelaskan bahwa ASP menjadi laboratorium alam yang sempurna. Siswa dapat langsung mempraktikkan teori Taksonomi (urutan takson) dan klasifikasi makhluk hidup melalui fitur pemindaian (scanning) kode QR pada setiap tanaman.

Menghidupkan Masa Depan di SMA Kristen Petra Acitya: “Igniting a Brighter Future”

Matahari kian meninggi saat rombongan bergerak menuju Sidoarjo. Gedung sembilan lantai SMA Kristen Petra Acitya berdiri megah dengan arsitektur futuristik, seolah menjadi gerbang menuju masa depan.

Di sini, mereka disambut oleh Ibu Dra. Herwati, M.Psi. selaku Kepala Sekolah, yang memaparkan visi “Igniting a Brighter Future” melalui pendekatan Deep Learning. Beliau menjelaskan program VCE (Victorian Certificate of Education) hasil kolaborasi strategis dengan Haileybury Australia.

Melalui program ini, siswa akan mendapatkan Dual Certificate (Ijazah Nasional dan Sertifikat Internasional) yang memberikan keuntungan kompetitif luar biasa untuk studi lanjut ke luar negeri. Sertifikat VCE diakui secara global sebagai kualifikasi sekolah menengah atas yang setara dengan GCE A-Level atau International Baccalaureate (IB). Keunggulan utama bagi pemegang sertifikat VCE adalah:

  1. Akses Langsung ke “Group of Eight” Australia: Lulusan VCE dapat mendaftar langsung tanpa jalur foundation ke universitas peringkat atas di Australia, seperti:
    • The University of Melbourne (Peringkat 13 Dunia – QS 2025)
    • The University of Sydney (Peringkat 18 Dunia)
    • UNSW Sydney (Peringkat 19 Dunia)
    • Monash University (Peringkat 37 Dunia)
    • Australian National University (ANU), The University of Queensland, dan University of Adelaide.
  2. Pengakuan Global di Berbagai Negara: Selain Australia, kualifikasi VCE juga diterima secara luas oleh universitas elit dunia lainnya, antara lain:
    • Inggris (UK): Universitas bergengsi seperti University of Oxford, University of Cambridge, Imperial College London, dan University College London (UCL).
    • Amerika Serikat (USA): Universitas dalam jaringan Ivy League dan universitas riset top seperti Harvard University, Stanford University, Yale University, dan MIT.
    • Kanada & Asia: Universitas ternama seperti University of Toronto, McGill University (Kanada), National University of Singapore (NUS), dan Nanyang Technological University (NTU).

Dengan kurikulum internasional ini, siswa Petra Acitya tidak hanya mendapatkan ijazah, tetapi juga skor ATAR (Australian Tertiary Admission Rank) yang menjadi “tiket emas” untuk bersaing di panggung pendidikan internasional. Mereka terlatih dengan standar akademik global, kemampuan berpikir kritis, serta kefasihan bahasa Inggris formal yang menjadi kunci sukses untuk beradaptasi dan berprestasi di universitas mana pun di seluruh dunia.

Puncak Harmoni: “Grow, Lead, and Shine” di SMA Kristen Petra 1

Destinasi terakhir membawa rombongan ke Surabaya Barat, menuju SMA Kristen Petra 1. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Ibu Kepala Sekolah, Yurui, S.Pd., M.M. Beliau menyampaikan bahwa SMA Kristen Petra 1 menyambut kunjungan ini dengan penuh sukacita karena menjadi sarana untuk memperkenalkan ekosistem belajar yang hangat. Di mata Ibu Yurui, sekolah harus menjadi “rumah kedua” bagi siswa, tempat mereka belajar berelasi, berinteraksi, dan saling peduli satu sama lain.

Ibu Yurui memaparkan tiga pilar keunggulan sekolah:

  • Sosialisasi yang Kuat: Dengan jumlah murid yang besar, siswa terlatih untuk bersosialisasi sebagai bekal masa depan mereka.
  • Program Holistik: Tidak hanya akademik, sekolah juga fokus pada pengembangan bahasa Inggris, matematika, olahraga (sport), dan seni (art).
  • Pencetak Generasi Unggul: Hal ini terbukti dari banyaknya prestasi siswa yang lahir dari sistem pendidikan di sini.

Keunggulan sistem pendidikan di SMA Kristen Petra 1 tidak hanya terlihat dari prestasi siswa saat ini, tetapi juga terpancar melalui rekapitulasi keberhasilan para alumninya. Setiap tahunnya, lulusan Petra 1 secara konsisten menembus gerbang universitas terbaik, baik di dalam negeri melalui jalur prestasi di PTN favorit, maupun di kancah internasional.

Reputasi sekolah ini sebagai “pabrik talenta” dibuktikan dengan banyaknya alumni yang berhasil diterima di universitas top-tier dunia yang memiliki standar seleksi sangat ketat. Beberapa di antaranya berhasil menempuh studi di:

  • Amerika Serikat: Institusi kelas dunia seperti Harvard University dan Massachusetts Institute of Technology (MIT).
  • Singapura: Universitas peringkat atas Asia seperti National University of Singapore (NUS) dan Nanyang Technological University (NTU).
  • Global: Berbagai universitas terkemuka lainnya di Inggris, Australia, dan Kanada.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem belajar di SMA Kristen Petra 1—yang menggabungkan kedisiplinan akademik dengan pengembangan karakter—telah berhasil membekali siswa dengan kompetensi standar global. Hal ini memberikan kepercayaan diri bagi para orang tua di Situbondo bahwa menyekolahkan anak di Petra adalah investasi tepat untuk membuka pintu masa depan menuju institusi pendidikan paling prestisius di dunia.

Rombongan melihat bukti nyata karakter ini pada sosok-sosok berprestasi seperti Audrey (Medali Perunggu IESO & OSN) dan Jollene (Miss Youth 2025). Menariknya, daya tarik sekolah ini telah mencapai tingkat nasional, di mana sekitar 30% hingga 40% siswanya berasal dari luar kota Surabaya. Untuk mendukung mereka, sekolah memberikan rekomendasi hunian yang aman di sekitar sekolah khusus bagi siswa luar kota.

Petra One Venture: Inovasi di Tangan Generasi Muda

Kunjungan semakin inspiratif saat pengurus OSIS mempresentasikan “Petra One Venture”. Melalui berbagai sub-organisasi, mereka menunjukkan bahwa kepemimpinan siswa dikelola secara profesional. Siswa Santo Elias diajak berkeliling melihat perpustakaan modern yang menyediakan fasilitas edukatif seperti Scrabble hingga Rummikub, menciptakan ekosistem belajar yang menyenangkan dan bermakna.

Ibu Yurui juga menekankan keberadaan Student Center, sebuah layanan pendampingan intensif untuk memastikan setiap siswa dapat melanjutkan studi ke universitas impian mereka, baik di dalam maupun luar negeri.

Kesan Mendalam dari Bapak Diyan Susilo: “Melihat Bukti Nyata”

Bapak Diyan Susilo mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan kunjungan satu hari penuh ini. Baginya, ini adalah momen untuk melihat secara nyata apa yang selama ini hanya diketahui melalui media. “Selama ini kami hanya tahu Petra dari poster, video, atau cerita orang. Hari ini kami melihatnya secara langsung dan nyata,” ungkap beliau dengan antusias.

Beliau sangat terkesan dengan ASP sebagai tempat belajar alam yang luar biasa, kemegahan modern Petra Acitya, hingga fasilitas lengkap dan suasana belajar yang menyenangkan di SMA Kristen Petra 1. “Satu hal yang paling membanggakan adalah saat bertemu alumni kami yang melanjutkan studi di sini. Saya menitipkan mereka agar dibimbing menjadi pribadi yang lebih hebat lagi,” tambah Bapak Diyan. Beliau pun berpesan kepada para orang tua di Situbondo agar tidak ragu memilih Petra, karena di sini anak tidak hanya dibentuk secara akademis, tapi juga karakter, talenta, dan kemampuan sosialnya.

Pukul 15.45 WIB, rombongan perlahan meninggalkan area sekolah. Mereka tidak pulang dengan tangan hampa, melainkan membawa ransel yang penuh dengan ide, visi, dan semangat inovasi untuk kemajuan pendidikan di Situbondo. Sampai jumpa lagi, sahabat! Teruslah bertumbuh, memimpin, dan bersinar bagi sesama.

Bagikan Kisah Ini, Lewat Platform Favoritmu!