Gebyar Seni Budaya Tionghoa di SD Kristen Petra 12
Nuansa merah yang cerah dan semangat sukacita menyambut setiap langkah di selasar SD Kristen Petra 12 pada hari Jumat, tanggal 13 Februari 2026. Gebyar Seni dan Budaya Tionghoa tahun ini terasa begitu istimewa. Mengusung tema “Nada, Kata, dan Cahaya Imlek,” seluruh rangkaian acara menjadi perpaduan indah antara seni, budaya, dan kebersamaan yang menyatukan hati seluruh warga sekolah.
Acara dibuka dengan penampilan penuh semangat dari siswa kelas I yang membawakan tari payung. Balutan kostum tradisional yang anggun dan gerakan yang kompak langsung menciptakan suasana meriah. Senyum ceria dan rasa percaya diri mereka menjadi awal yang manis bagi perayaan pada hari itu.
Kemeriahan berlanjut dengan penampilan demi penampilan dari setiap jenjang. Lagu “Gong Xi Fa Cai” yang dinyanyikan dengan penuh sukacita menggema, disusul pembacaan puisi “Warna Merah dalam Tahun Baru” yang menyentuh hati. Lagu “Xi Nian Yao Yya” turut menyemarakkan suasana, kemudian puisi “Tawa Tahun Baru” dibawakan dengan penghayatan yang mendalam.
Melalui ‘nada’ yang dinyanyikan, ‘kata’ yang diucapkan, dan ‘cahaya’ semangat yang terpancar, para siswa mengekspresikan kreativitas sekaligus menghargai kekayaan budaya yang ada di tengah keberagaman bangsa.
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi para siswa, acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang dari setiap jenjang kelas. Momen ini menjadi wujud penghargaan sekaligus motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan talenta yang Tuhan anugerahkan.
Sukacita mencapai puncaknya saat pertunjukan barongsai hadir sebagai penutup acara. Gerakan akrobatik yang lincah dan penuh energi membuat seluruh siswa terpukau. Sorak sorai dan tepuk tangan menggema, terutama ketika momen yang paling dinantikan tiba: para siswa dengan tertib dan penuh antusias memberikan angpau ke dalam mulut barongsai sebagai simbol doa, harapan, dan berkat pada tahun yang baru ini.
Gebyar Seni dan Budaya Tionghoa di SD Kristen Petra 12 tahun ini bukan sekadar pesta budaya. Lebih dari itu, perayaan ini menjadi sarana pembelajaran tentang kebersamaan, penghargaan terhadap perbedaan, serta semangat hidup berdampingan secara harmonis. Dalam terang nilai-nilai kristiani yang dijunjung tinggi, momen ini mengajarkan bahwa keberagaman adalah anugerah yang memperkaya dan mempersatukan.
Dengan hati penuh sukacita, seluruh siswa pulang membawa pengalaman berharga dan kenangan indah. Kiranya semangat “Nada, Kata, dan Cahaya Imlek” terus menyala, menerangi langkah menuju masa depan yang penuh harapan. Gong xi fa cai!
Bagikan Kisah Ini, Lewat Platform Favoritmu!
editor's pick
latest video
news via inbox
Nulla turp dis cursus. Integer liberos euismod pretium faucibua

